Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
TARI Legong Tri Sakti
#1
KESENIAN TARIAN BALI

Hai guys, kali ini saya akan memperkenalkan kesenian Tari bali yang mungkin tidak banyak yang tau yaitu TARI LEGONG SAKTI biar gak makin penasaranBig Grin
silahkan baca selengkapnya di bawah trimss

[Image: 24ec6bk.jpg]

[justify]Tari Legong Tri Sakti tampil memukau masyarakat Kota Denpasar. Tiga penari legong mengenakan busana merah, putih, dan hitam terlihat indah diiringi tabuh dari Seka Gong Wanita Hindu (Dewi Laksmi). Mereka tampil di Parade Gong Kebyar Wanita dan Tarian Klasik se-Kota Denpasar, Minggu (21/9) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.
Tiga penari cantik dibalik simbul tiga Dewi tersebut adalah Ida Ayu Triana Titania Manuaba yang mengenakan busana merah simbul Dewi Saraswati. Putu Aprilyana Eka Astuti, dengan busana hitam simbul Dewi Parwati. Ni Komang Ayu Pramesti, mengenakan pakaian busana putih simbul Dewi Laksmi. Gek Nia, Ana, dan Mang Ayu mengaku senang dan bangga dipilih untuk menarikan Tarian Legong Tri Sakti, apalagi didalamnya ada campur tangan seniman-seniman senior dibidangnya.
Menurut Ketua WHDI Bali, Ny. Bintang Puspayoga selaku pemrakarsa terciptanya tari Legong Tri Sakti, penampilan para penari yang dibalut busana Tri Datu dan dilengkapi senjata Tri Murti, yakni gada, cakra, dan padma, berhasil menambah keindahan tarian. Selain itu, tiga senjata itu turut menegaskan, kalau pria dan wanita harus saling mendukung dan saling menyempurnakan.
Penampilan mereka di acara parade tersebut adalah pementasan untuk umum yang pertama kalinya. Proses penciptaan atau penggodokannya sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sedangkan launching tari kreasi Legong Tri Sakti ini, dilakukan, di Nabe Shima Creative Space, di Jalan Padma Gang Harum Penatih, Denpasar, Sabtu (15 /9) silam.
Legong Tri Sakti dengan semua unsur pengembangannya, menjadi istimewa, karena sengaja dipilih untuk menggambarkan kehidupan kekinian wanita. Pribadi yang berpikir luas, bergerak dinamis namun tetap berpegang pada adat, budaya, agama (Dewi Saraswati). Memiliki kemerdekaan dalam berkreasi untuk tampil mandiri (Dewi Laksmi). Dengan kemampuan yadnya yang dimiliki, wanita mampu menyucikan atau melebur mala di jagad raya ini dalam balutan kasih sayang khas seorang wanita (Dewi Parwati).
Begitu pula yang disebutkan dalam beberapa pustaka suci bahwa wanita itu tiang yadnya. "Wanita mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Agama Hindu. Makanya, harus bangga menjadi wanita Hindu. Tidak menyia-nyiakannya tapi memaknai dengan karya nyata," tuturnya.
Ny. Bintang Puspayoga memaparkan, mulai dari terjadinya proses penciptaan kehidupan yang bersemayam dalam rahim wanita selanjutnya melalui tangan kokohnya, bertumbuh dan terpeliharalah anak-anak menjadi generasi suputra. Lebih lanjut dikatakan, saat ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua WHDI Bali, Legong Tri Sakti selain didalamnya mengandung filosofi yang dalam tentang ajaran Agama Hindu, juga mampu mencerminkan visi WHDI, yakni mewujudkan wanita Hindu yang cerdas, mandiri, dan berbudi pekerti luhur.
[Image: wi3wk8.jpg]
SOSIALISASIKAN KE SANGGAR
Agar bisa eksis, Legong Tri Sakti ini sangat memerlukan bantuan pemangku kebijakan. Terlebih dalam tarian ini terdapat pemahaman tentang Brahma, Wisnu, dan Siwa sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur. "Dengan demikian secara tidak langsung Legong Tri Sakti ini, memberikan pembelajaran tentang agama pada mereka yang menarikannya. Apalagi pada anak-anak akan sangat menarik, mereka dapat menari sambil belajar," kata Ny. Bintang.
Nyoman Suarsa yang lebih dikenal dengan nama Yang Pung, sebagai penata tari pun membenarkan. Ide atau gagasan yang dilontarkan oleh Bintang Puspayoga ini sangat baik dikuasai oleh anak-anak di Bali. "Ketika belajar menarikannya secara tidak langsung mereka juga belajar mengenal kekuatan wanita yang luwes tapi juga bisa tegas serta pelajaran lain yang ada di dalamnya," katanya.
Soal penataan gerak, dikatakannya bukan hal sulit, melihat tarian legong dengan segala pakemnya sudah ada sejak dulu. Mempertahankan benang merah di dalamnya sudah pasti dilakukan Yang Pung, namun penyesuaian juga terjadi pada beberapa sisi. Termasuk, mengemas sesuai dengan tabuh dan durasi yang tidak terlalu lama, menjadi suguhan yang indah sekaligus menghibur. Selanjutnya, senada dengan Bintang Puspayoga, tarian ini katanya perlu dilanjutkan sosialisasinya ke masyarakat, salah satunya melalui sanggar-sanggar tari.
Bicara busana yang membalut ketiga penari, maka sosok AA Ngr. Mayun Tenaya, yang ada dibelakangnya. Dengan karya seninya ia berhasil melengkapi keindahan penampilan Legong Tri Sakti ini. Sebagai seorang dosen, seniman dan juga desainer, soal busana tari kreasinya ini, ia mengaku selain sebuah tantangan juga bagian dari pengabdiannya pada seni lokal. Karenanya, dalam pengerjaannya, ia juga tidak main-main, terbukti ia secara mampu menuangkan detil-detil yang harus pada setiap warna busana.
Ketika melihat rancangan yang dikerjakannya berhasil menyatu dengan keindahan gerak sang penari dan tabuh yang dimainkan Seka Gong Wanita Hindu Dewi Laksmi, bagi Ngurah Mayun sudah menjadi sebuah kepuasan. Meski, sudah mendapat sambutan, ia sebagaimana penata tabuh dan tari, ia juga mengatakan masih akan melakukan penyempurnaan. Ngurah Mayun ingin agar busana yang digunakan bukan hanya indah dilihat, juga ergonomis, dalam arti nyaman dikenakan ketika sang penari begerak.
Penata tabuh, I Made Andita menambahkan selama proses menyiapkan tabuhnya ia tidak mengalami hambatan. Sebab semua tinggal menyesuaikan bentuk iramanya dengan gerakan yang disiapkan sang penata tari. Sebagaimana legong pada umumnya tabuh yang dimainkan pun menghadirkan kesan lembut dan keras.
Ia pun bersyukur karena para pengurus WHDI dapat memainkan tabuh mengiringi Tari Kreasi Legong Tri Sakti ini. Tabuh tarian ini, katanya juga dibuat sederhana, bukan hanya agar mudah dimainkan oleh para ibu, namun untuk tujuan jangka panjang agar siapapun nantinya yang ingin memainkan tabuh ini merasa mudah melakukannya. Meski ia mengatakan Seka Gong Wanita Dewi Laksmi didampingi seniman Kota Denpasar berhasil, ia juga menyatakan akan melakukan penyempurnaan.
Berikutnya, terhadap terwujudnya Tarian Legong Tri Saki ini, Ny. Bintang Puspayoga mengakui tanpa andil ketiga penari, serta tiga sosok penata tabuh, penata tari dan penata busana yang sudah pakar dibidangnya, tentu Legong Tri Saksi tidak berhasil menjadi sebuah sajian atau garapan yang utuh, indah sehingga enak untuk ditonton.[/justify]

Makasi udah baca maaf kalo ada salah kataa .... ;Wink
Reply
#2
kurang rapi pos nya sis...Big Grin
Reply
#3
kurang rapi pos'an nya
bisa di rapiin dikit ga sis?
biar enak di baca
Reply
#4
trutz Wrote:kurang rapi pos nya sis...Big Grin

Quote:sudah dirapikan gannn Wink
Reply
#5
keren (y)
Reply
#6
bagusss gan
Reply
#7
woa legong lopelope deh ma legong
Reply
#8
Dwipriana Wrote:bagusss gan
thxx
Reply
#9
ane request tari kecak gan di next post
Reply
#10
'deHerry Wrote:ane request tari kecak gan di next post
TS cewe keles.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Us
    Write About your Forum and stuff where this theme is Placed Just I am trying to extend the paragraphs to make some nice looking lines. But you can write about your forum lol. Like what your forum have special and all. or just leave what i have written if you don't like to write much..